Scroll ke Atas
Pekalongan

Desa Sijambe – Wonokerto, Bak Matahari membara di malam hari.

Avatar
155
×

Desa Sijambe – Wonokerto, Bak Matahari membara di malam hari.

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 44;

EMSATUNEWS.CO.ID,PEKALONGAN – Desa Sijambe Kecamatan Wonokerto yang punya ikon “desa Matahari” , semalam membara, warga bergolak setelah melalui beberapa kali kordinasi antara pemerintah Desa dan BPD desa Sijambe kecamatan Wonokerto , pasca ditemukan penyalahgunaan pengelolaan dana desa hingga dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Pekalongan. menyikapi Laporan Hasil Pemeriksaan ( LHP) dari inspektorat yang mencapai angka kurang lebih 236 juta-an rupiah di duga diselewengkan oleh oknum sekdes. Warga kembali mendatangi kantor kepala desa Sijambe saat rapat koordinasi BPD dengan pemerintah Desa, Selasa, ( 06/5/2025).

Malam itu, usai rapat koordinasi BPD dan pemerintah desa dalam acara penandatanganan kesanggupan pengembalian dana desa , oknum sekdes sempat alot menandatangani kesepakatan tersebut hingga membuat geram warga.
Namun yang lebih memicu kericuhan warga karena sekdes bersikap seolah menantang warga dengan gerakan tubuh yang provokatif sehingga menyulut emosi warga.

Advertisement
Baca Juga :  Komunitas Pewarta Kajen (Kowarka) Jalin Silaturahmi dengan Polres Pekalongan

Di sela-sela kericuhan malam itu, awak media sempat meminta keterangan Zamroni ketua BPD, dia membenarkan kejadian tersebut
“Iya , sebetulnya rapat sudah selesai ,tapi warga belum puas kalau sekdes tidak diberikan sanksi untuk dinonaktifkan,
Dan pada saat sekdes mau masuk ke dalam ruangan balai desa ada gerakan provokatif menunjuk dan memberikan isyarat seolah menantang warga, itulah yang menjadi pemicu kemarahan warga” paparnya.

Baca Juga :  Polres Pekalongan Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Kejadian Viral Pengeroyokan di Kesesi

Beruntung setelah diamankan di ruang balai desa , tidak lama kemudian datang petugas kepolisian sektor Wiradesa, me evakuasi oknum sekdes berhasil diamankan masuk ke mobil patroli dengan pengawalan ketat, mengingat saat itu hampir menjelang dini hari warga belumb mau membubarkan diri.

Kepala desa Sijambe Wahidin ,tidak sempat memberikan keterangan karena dirinya baru sampe di balai desa dan langsung ada kordinasi dengan kapolsek beserta tokoh masyarakat setempat, karena seharian mengikuti acara para kades di Semarang.