Emsatunews.co.id, Pemalang – Pesta raya Mangga Istana, Festival Mangga Penggarit 2025, resmi dibuka dengan meriah di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Acara yang berlangsung dari tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2025 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Bupati Pemalang Anom Widyantoro beserta istri, Wakil Bupati Pemalang Nurkholes beserta istri, jajaran Forkopimda Kabupaten Pemalang, serta para kepala desa dan kepala kelurahan se-Kecamatan Taman.

Dalam wawancara eksklusif di lokasi acara pada Sabtu, 1 November 2025, Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menjelaskan bahwa festival ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya harga jual mangga saat musim panen raya tiba.”Kegiatan itu dilatarbelakangi harga jual mangga yang murah saat musim panen,” kata Imam Wibowo. “Adanya festival ini dapat meningkatkan transaksi mangga dari petani mangga di desa kami.”
Optimisme terlihat jelas dari target transaksi yang dipasang. Imam Wibowo mengenang keberhasilan festival sebelumnya sebagai pemacu semangat.”Pada Festival Mangga 2022 lalu, transaksi mencapai Rp1,5 miliar dalam dua hari. Kami berharap pada festival tahun ini bisa jauh lebih tinggi. Mudah-mudahan dapat menjadikan petani mangga lebih sejahtera,” ujarnya penuh harap.
Imam Wibowo turut memaparkan potensi Mangga Istana di Desa Penggarit yang begitu melimpah. Sebagai sentra tanaman mangga, Desa Penggarit sendiri memiliki sekitar 11.000 pohon. Jika diperluas ke seluruh Kabupaten Pemalang, tercatat total ada 116.000 pohon mangga, dengan rata-rata setiap pohon menghasilkan 2 kuintal buah.
Kualitas Mangga Istana yang diekspor pun memiliki standar pemetikan tersendiri. Imam menjelaskan bahwa kemanisan Mangga Istana dapat dijamin melalui proses pemetikan dengan tingkat kematangan di atas 80%.
Namun, ia juga mengungkapkan adanya fleksibilitas permintaan pasar, khususnya dari mancanegara. “Juga ada permintaan pasar untuk petik pada kematangan di bawah 80%, biasanya untuk permintaan di luar Jawa dan Eropa,” jelasnya.
Lebih dari sekadar menjual buah segar, Festival Mangga 2025 ini juga menjadi wadah pengenalan produk inovatif. Imam Wibowo menegaskan komitmen desa untuk terus mengembangkan Mangga Istana ke sektor hilir.”Nanti juga akan ada produk turunan dari buah mangga, sehingga ada diversifikasi pangan,” tutup Imam Wibowo, menandaskan upaya Desa Penggarit untuk memperluas nilai ekonomi Mangga Istana dan meningkatkan daya saing petani lokal.( Joko Longkeyang)















