Scroll ke Atas
Daerah

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Peningkatan Produksi dan Hilirisasi, PTPN I Replanting 14.000 Hektare di Jawa Barat

Avatar
64
×

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Peningkatan Produksi dan Hilirisasi, PTPN I Replanting 14.000 Hektare di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID – BANDUNG – Dalam rangka memperkuat produktivitas dan mendukung program hilirisasi nasional, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero), menargetkan pelaksanaan replanting seluas 14.000 hektare di wilayah Jawa Barat pada tahun 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku berkualitas sekaligus mempercepat transformasi bisnis perusahaan dari hulu ke hilir.

SEVP Operasional Regional 2 PTPN I, Iyan Heryanto, menyampaikan bahwa komitmen replanting menjadi bagian penting dalam upaya restrukturisasi dan revitalisasi aset perkebunan di bawah pengelolaan Regional 2.

Advertisement

“Sekitar 14.000 hektare areal kebun PTPN I Regional 2 dijadwalkan untuk dilakukan replanting pada tahun 2026. Kami ingin memastikan bahwa kondisi unit-unit perkebunan di tahun tersebut sudah jauh lebih baik, produktif, dan optimal,” ujar Iyan Heryanto di Bandung, Selasa (21/10/2025).

Program replanting ini akan difokuskan pada sejumlah komoditas unggulan seperti karet, kelapa, kopi, dan teh yang memiliki prospek bisnis cerah. Lokasi pelaksanaan tersebar di berbagai wilayah strategis di Jawa Barat, antara lain Subang (Kebun Wangunreja), Cianjur, Sukabumi, Bandung, Garut, dan Ciamis, serta area Panglejar dan Maswati di Cikalong Wetan, Bandung Barat.

Baca Juga :  PPPK Pemalang Resmi Jadi ASN, Slamet Ramuji Berharap Peningkatan Kualitas Pendidikan

Seluruh kegiatan replanting tersebut mendapat dukungan pendanaan dari PT Danantara, perusahaan yang menjadi mitra pembiayaan strategis Holding Perkebunan Nusantara.

Replanting sebagai Fondasi Hilirisasi. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa program replanting bukan sekadar kegiatan peremajaan tanaman, tetapi merupakan fondasi utama dari strategi hilirisasi yang dijalankan perusahaan.

“Replanting adalah bagian hulu dari upaya hilirisasi yang tengah kami jalankan. PTPN I, sebagai Subholding SupportingCo, telah mengalokasikan investasi dan sumber daya untuk mempercepat hilirisasi agar komoditas perkebunan tidak berhenti di produk mentah, tetapi diubah menjadi produk bernilai tambah tinggi,” kata Teddy Yunirman Danas.

Baca Juga :  DPRD Pemalang Gelar Paripurna Bahas Raperda Prakarsa dan Pembentukan Pansus 2025

Ia menambahkan bahwa regulasi baru yang lebih progresif memberikan ruang bagi perusahaan untuk berinovasi secara lebih luas, termasuk dalam pengembangan industri turunan dan diversifikasi produk.

“Program hilirisasi ini ibarat pepatah sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Industri tumbuh, ekonomi kawasan bergulir lebih cepat, tenaga kerja terserap, dan kemiskinan berkurang,” ujarnya.

Teddy menekankan, langkah replanting dan hilirisasi yang dilakukan PTPN I sepenuhnya sejalan dengan visi korporasi Holding Perkebunan Nusantara sebagai agent of development dan agent of change — mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Komitmen PTPN I Regional 2 untuk merealisasikan replanting 14.000 hektare menjadi bukti nyata upaya Holding Perkebunan Nusantara dalam membangun ekosistem perkebunan modern yang berdaya saing tinggi.

Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama komoditas perkebunan dunia, tetapi juga menjadikan PTPN Group sebagai pemain penting dalam industri pengolahan produk perkebunan bernilai tambah tinggi di tingkat global. (FDL)