Emsatunews.co.id, Semarang – Provinsi Jawa Tengah kembali membuktikan posisinya sebagai simpul perlintasan nasional yang paling sibuk. Hingga Rabu (31/12/2025), tercatat sebanyak 8,6 juta orang telah memasuki wilayah Jawa Tengah. Angka mobilitas yang luar biasa ini diperkirakan masih akan terus meningkat hingga berakhirnya masa libur awal tahun 2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memaparkan data tersebut saat mengikuti pemantauan situasi nasional secara virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Djamari Chaniago, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mapolda Jateng.”Prediksi awal dari Kementerian Perhubungan mencapai 8,7 juta orang. Realitanya, hingga hari ini sudah ada 8,6 juta masyarakat yang ‘tumplek blek’ di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi di sela laporan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas).
Guna mengawal pergerakan jutaan jiwa tersebut, sebanyak 10.112 personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait disiagakan di berbagai titik strategis. Fokus pengamanan meliputi gereja, objek wisata, hingga jalur rawan macet. Tercatat ada 101 titik pusat perayaan tahun baru di seluruh wilayah, dengan 17 kabupaten/kota di antaranya menggelar kebijakan Car Free Night (CFN).
Meski situasi secara umum berjalan aman, Gubernur menyampaikan duka mendalam atas tragedi kecelakaan bus di lingkar Tol Krapyak pada 22 Desember lalu yang menelan 16 korban jiwa. Hal ini menjadi catatan penting dalam upaya peningkatan keselamatan lalu lintas di wilayahnya.
Menghadapi tantangan curah hujan tinggi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak mau ambil risiko. Sebanyak 1.400 desa tanggap bencana telah diaktivasi dan dibekali pelatihan intensif mulai dari manajemen pengungsian hingga tim SAR mandiri.”Kami belajar dari pengalaman di Cilacap dan Banjarnegara. Sejauh ini, puji syukur tidak ada insiden menonjol terkait banjir atau longsor. Situasi di lokasi wisata yang sempat viral seperti Guci pun kini sudah membaik setelah kami pantau langsung,” tambahnya.
Menkopolkam Djamari Chaniago memberikan apresiasi tinggi terhadap harmonisasi lintas sektor di Jawa Tengah. Ia mengingatkan bahwa pengamanan melalui Operasi Lilin Candi masih akan terus berlangsung hingga 5 Januari 2026 mendatang. Dengan kolaborasi yang kuat, Jawa Tengah diharapkan tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi jutaan pemudik maupun wisatawan.**( Joko Longkeyang).















