Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Pulang ke “Jawa Tengah” di Lampung: Momen Emosional Ahmad Luthfi di Desa Bagelen

Joko Longkeyang
37
×

Pulang ke “Jawa Tengah” di Lampung: Momen Emosional Ahmad Luthfi di Desa Bagelen

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Lampung – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyambut kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menginjakkan kaki di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Rabu (7/1/2026). Meski berada di Pulau Sumatera, nuansa “Jawa” terasa begitu kental, seolah jarak geografis ribuan kilometer tidak pernah ada.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan sebuah perjalanan napak tilas sejarah. Ahmad Luthfi, yang didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, disambut dengan dialog berbahasa Jawa krama yang fasih oleh warga setempat, membuat suasana terasa seperti di kampung halaman sendiri.

Advertisement

Desa Bagelen bukanlah desa biasa. Sejarahnya merentang jauh hingga tahun 1905, ketika puluhan warga dari wilayah Kedu Selatan (sekarang Purworejo) diberangkatkan ke Lampung melalui program kolonialisasi era Hindia Belanda.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Resmikan ‘Rumah Rakyat’ di Tiga Wilayah, Ajak Warga Datang dan Mengadu

Warkim Prawiroatmojo, salah satu tokoh warga, menceritakan bahwa nama “Bagelen” diambil langsung dari tanah kelahiran leluhur mereka. “Mbah saya dari Purworejo. Untuk menjaga kerukunan, kami di sini membentuk paguyuban agar adat istiadat kakek moyang tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya dengan bangga.

Ahmad Luthfi menyatakan kekagumannya atas keteguhan warga Desa Bagelen dalam merawat identitas budaya sekaligus berkontribusi pada kemajuan Lampung. Menurutnya, sekitar 60 persen penduduk Lampung memiliki akar sejarah dari Jawa, khususnya Jawa Tengah.”Saya ingin nlusup sejarah. Di sini saya melihat bukti nyata bahwa warga transmigran telah mencapai kemakmuran tanpa melupakan jati diri. Bicara desa adalah bicara tentang jati diri kita,” tutur Luthfi.

Ia juga menitipkan pesan penting mengenai filosofi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ahmad Luthfi mengapresiasi masyarakat asal Jawa yang mampu beradaptasi secara kompetitif namun tetap menjaga semangat kekeluargaan yang inklusif dengan warga sekitar di Lampung.

Baca Juga :  Tagline Ganti Lurah Tahun 2022 Menggema di Desa Kelangdepok

Kunjungan ini memicu harapan baru bagi warga Desa Bagelen. Tito, salah seorang warga, berharap kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah ini menjadi pembuka pintu kolaborasi yang lebih luas, terutama di sektor pertanian dan perkebunan.”Kami merasa dianggap sebagai saudara jauh yang tetap ada di hati. Harapan kami, ada kerja sama teknis yang bisa memajukan ekonomi desa kami,” ujar Tito.

Acara ditutup dengan doa bersama agar Desa Bagelen terus menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja—sejahtera secara ekonomi dan rukun dalam kehidupan sosial.( Joko Longkeyang)