Emsatunews.co.id, Pemalang – Mengantisipasi potensi ancaman bencana yang dipicu cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Pemalang memperketat pemetaan wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, bersama jajaran teknis mengikuti Rapat Konsolidasi Nasional guna memastikan langkah mitigasi di daerah berjalan selaras dengan kebijakan pusat, Selasa (20/1).
Rapat yang digelar secara daring dari Command Room Diskominfo Pemalang tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus. Fokus utama pertemuan adalah menyikapi dinamika atmosfer di wilayah Pulau Jawa dan Bali yang kini tengah berada dalam status waspada bencana.
Bupati Anom Widiyantoro, yang didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD beserta pimpinan OPD terkait, menyimak arahan strategis mengenai identifikasi dini daerah terdampak. Wamen Dalam Negeri menekankan bahwa akurasi peta rawan bencana menjadi instrumen vital agar respons darurat dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Ancaman seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang menjadi poin krusial yang dibahas. Mengingat cuaca ekstrem sulit diprediksi secara pasti, pemerintah daerah diminta untuk memperkuat sistem peringatan dini di tingkat akar rumput.
Usai mengikuti rakor, Bupati Anom menegaskan bahwa Pemkab Pemalang telah menyiagakan seluruh sumber daya yang dimiliki. Pihaknya meminta BPBD untuk memastikan ketersediaan logistik dan kesiapan personel di setiap titik pantau.
Langkah konsolidasi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan pemetaan yang matang, diharapkan potensi dampak buruk akibat fenomena alam dapat ditekan seminimal mungkin, demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh masyarakat Pemalang. ( Joko Longkeyang)















