Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahInternasionalNasional

Jateng-Jepang “Naik Kelas”, Pekerja Lokal Disiapkan Jadi Manajer

Joko Longkeyang
47
×

Jateng-Jepang “Naik Kelas”, Pekerja Lokal Disiapkan Jadi Manajer

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Jakarta – Hubungan bilateral antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jepang memasuki babak baru yang lebih strategis. Kolaborasi kedua belah pihak kini tidak lagi sekadar berfokus pada pengiriman tenaga kerja kasar, melainkan telah “naik kelas” dengan menitikberatkan pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) asal Jateng untuk menduduki posisi manajerial di perusahaan-perusahaan Negeri Sakura.

Peluang emas tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/1). Dalam diskusi tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi di sektor ketenagakerjaan, pendidikan vokasi, hingga perluasan investasi.”Pemerintah Prefektur Kagawa memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas SDM kita. Mereka berharap tenaga kerja dari Jateng tidak hanya bekerja dalam durasi singkat, tetapi dipersiapkan melalui pelatihan khusus agar mampu menjadi head manager di sana,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Advertisement

Menurut Gus Yasin, tawaran posisi strategis ini menjadi bukti nyata bahwa etos kerja warga Jawa Tengah diakui di level internasional. Hal ini menjadi lompatan besar dari pola lama yang hanya berorientasi pada kuantitas penempatan menjadi pengembangan SDM berkelanjutan.

Baca Juga :  Diduga Miliki Penyakit Jantung Pengendara SPM Ditemukan Tewas Nyungsep di Parit Tepi Jalan Brebes – Jatibarang

Jawa Tengah sendiri memiliki modalitas kuat dengan angka lulusan SMK mencapai 245 ribu orang per tahun. Bidang yang ditawarkan pun beragam, mulai dari manufaktur, otomotif, konstruksi, hingga layanan keperawatan lansia (kaigo).

Data menunjukkan tren yang sangat positif. Pada 2024, terdapat 3.760 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jateng di Jepang. Angka ini melonjak tajam 52 persen pada 2025 menjadi 5.712 orang, menjadikan Jepang sebagai destinasi favorit baru.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga gencar merayu para pengusaha Jepang untuk menanamkan modal di dalam negeri. Strategi ini diambil agar masyarakat memiliki pilihan lapangan kerja tanpa harus bertolak ke luar negeri.”Kami siapkan karpet merah bagi investor. Melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dan berbagai insentif seperti tax holiday, kami ingin industri Jepang makin masif di Jateng,” tegas Gus Yasin.

Baca Juga :  Anggota DPRD Brebes Gelar Giat Monitoring Pelaksanaan Pilkades di Bantarkawung

Tercatat, realisasi investasi di Jateng terus meroket hingga mencapai Rp88,57 triliun pada 2025. Jepang konsisten menjadi investor papan atas dengan total nilai investasi Rp24,216 triliun pada periode 2021–2025, yang tersebar di wilayah Batang, Jepara, Semarang, hingga Kendal.

Merespons peluang tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Syamsudin Isnaeni, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kurikulum. Salah satu fokus utama adalah penguasaan bahasa Jepang bagi siswa SMA/SMK melalui program Go Global.

“Kami akan mengidentifikasi minat siswa dan dukungan orang tua. Jika sinkron, pelatihan bahasa Jepang akan diintensifkan di sekolah guna menjembatani mereka menuju pasar kerja global,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Ikeda Toyohito memastikan pihaknya akan menjamin keamanan dan kenyamanan pekerja asal Indonesia di Kagawa, termasuk memberikan dukungan adaptasi budaya dan bahasa sejak sebelum keberangkatan. **( Joko Longkeyang).