Emsatunews.co.id, Pemalang – Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang bergerak taktis menghadapi kelangkaan air bersih pascabanjir bandang yang melanda wilayah Pulosari dan Moga. Sejak petaka air bah menerjang pada Sabtu (24/1) lalu, perusahaan daerah ini terus melakukan pengiriman air bersih menggunakan armada truk tangki guna menyambung napas kebutuhan dasar warga.
Hingga Selasa (27/1/2026 ), tercatat sebanyak 34 armada truk tangki air bersih telah didistribusikan ke kantong-kantong pemukiman dan posko darurat. Langkah ini diambil sebagai respons atas lumpuhnya jaringan perpipaan yang rusak parah akibat hantaman banjir bandang.
Plt. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang, Moch. Arief Setiawan, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan warga tidak terjebak dalam krisis sanitasi di tengah duka bencana.”Air bersih adalah kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda. Sejak musibah terjadi, total 34 tangki sudah kami suplai ke wilayah Pulosari dan Moga,” ujar Arief saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1).
Distribusi melalui truk tangki menjadi satu-satunya solusi instan ketika infrastruktur pipa bawah tanah masih dalam tahap inventarisasi kerusakan. Arief menyebut, kehadiran armada tangki ini merupakan wujud nyata kehadiran BUMD di tengah situasi tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Penyaluran difokuskan pada titik-titik yang akses airnya mati total. Tim lapangan terus bersiaga melakukan pengisian ulang tangki agar pasokan ke masyarakat tetap terjaga secara kontinu.
Langkah jemput bola ini, menurut Arief, tidak hanya soal tanggung jawab sosial, tetapi juga bentuk sinergi antar-instansi dalam menghadapi bencana. Ia menyatakan pihak Perumda akan terus memantau dinamika di lapangan dan siap menambah intensitas pengiriman jika masa darurat diperpanjang.”Kami akan terus memonitor perkembangan situasi. Selama masyarakat masih membutuhkan, armada kami siap bergerak. Ini komitmen kami dalam pelayanan publik dan bantuan kemanusiaan,” pungkasnya.
Banjir bandang di lereng Gunung Slamet pada akhir pekan lalu memang menyisakan kerusakan masif, namun upaya pemulihan layanan dasar melalui jalur darat ini diharapkan mampu meringankan beban ribuan jiwa yang terdampak. ( Joko Longkeyang) .















