Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Pemalang Jawara Jateng, ITB ADIAS Perkuat Fondasi Pembangunan

Joko Longkeyang
9
×

Pemalang Jawara Jateng, ITB ADIAS Perkuat Fondasi Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang​ – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Pemalang. Dalam perhelatan Anugerah Collaborative Award 2026 yang berlangsung di Semarang pada 20 Februari 2026, Pemalang sukses menyabet penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Terbaik di tingkat Jawa Tengah. Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif.

​Bersamaan dengan seremoni tersebut, langkah progresif juga diambil oleh sektor pendidikan. Rektor ITB ADIAS Pemalang secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Jawa Tengah. Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan sinkronisasi yang lebih kuat antara kebijakan pemerintah dan kajian akademis.

Advertisement
Baca Juga :  Roadshow Tim Transisi Ngopeni Ngelakoni Jateng, Serap Aspirasi untuk Kemajuan Jawa Tengah

​Dr. H. Noor Rosyadi, S.E., M.M., selaku Rektor ITB ADIAS Pemalang, menegaskan bahwa institusinya tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perguruan tinggi harus hadir sebagai pendukung utama dalam menyebarluaskan hasil-hasil positif pembangunan kepada masyarakat luas.”Langkah ini adalah strategi besar untuk memastikan pendidikan tinggi berkontribusi nyata. Kami di ITB ADIAS akan terus bersinergi dengan pemerintah guna mengawal kemajuan tanah kelahiran kita, Pemalang,” jelas Dr. Noor Rosyadi.

Baca Juga :  Belajar Demokrasi, Pilketos SMPN 4 Ulujami-Pemalang Berlangsung Mirip Pemilihan Umum 

​Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah milik seluruh warga. Ia juga menyambut baik keterlibatan ITB ADIAS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong inovasi.”Kami sangat bersyukur. Kolaborasi antara pemerintah dan kampus adalah kunci utama. Dengan dukungan pemikiran dari akademisi, kita bisa lebih cepat mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Pemalang,” ungkap Anom optimis.

​Momen ganda ini—prestasi dan kolaborasi—diharapkan menjadi titik balik bagi pembangunan Jawa Tengah yang lebih modern, berbasis data, dan mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui jalur pendidikan.**( Joko Longkeyang)