Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Strategi Terpadu Jateng: Sediakan Pangan Murah dan Layanan Dokter Spesialis

Joko Longkeyang
12
×

Strategi Terpadu Jateng: Sediakan Pangan Murah dan Layanan Dokter Spesialis

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Grobogan​ – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas daya beli dan kesehatan warga menjelang Lebaran 2026. Melalui kolaborasi program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan layanan Spesialis Keliling (Speling), Pemprov Jateng berupaya meringankan beban ekonomi sekaligus meningkatkan taraf kesehatan masyarakat perdesaan.

​Pada Senin (2/3/2026), Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau langsung implementasi program ini di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan subsidi pangan senilai Rp111 juta untuk memastikan warga mendapatkan komoditas pokok dengan harga di bawah pasar.

Advertisement

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penggabungan layanan ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat. Sembari berbelanja bahan pokok yang disubsidi, warga juga dapat mengonsultasikan keluhan kesehatan mereka kepada dokter spesialis secara gratis.​”Kami menyinergikan Speling dengan Gerakan Pangan Murah serta pemberian bantuan sosial. Prinsipnya, pemerintah ingin hadir memberikan pelayanan yang mudah, murah, dan terintegrasi langsung di satu lokasi,” ungkap Luthfi di sela penyerahan bantuan cadangan pangan.

Baca Juga :  SDIT Bina Insan Mulia Wisuda Tahsin Tahfidz Angkatan V Tahun 2025 Targetkan Generasi Wirausaha  

​Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, menjelaskan bahwa skema GPM ini melibatkan UMKM dan BUMDes. Pemerintah memberikan subsidi transportasi serta biaya bongkar muat sehingga harga jual kepada konsumen setara dengan harga di tingkat produsen.

​Sepanjang Februari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 308 kegiatan GPM telah dan akan terus digelar di seluruh wilayah Jawa Tengah. Di wilayah Grobogan sendiri, berbagai bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, hingga aneka bumbu dapur disediakan secara fleksibel sesuai kebutuhan rumah tangga masing-masing.

Baca Juga :  Tangani Kemiskinan Ekstrim, PemKab Pemalang Akan Bangunan Pabrik Sepatu

​Sisi lain dari program ini, yakni layanan kesehatan, juga menunjukkan angka yang impresif. Berdasarkan data per akhir Februari 2026, program Spesialis Keliling telah menjangkau lebih dari 93 ribu jiwa di 414 kecamatan. Selain itu, realisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menyentuh angka 95,77% dari total pendaftar di Jawa Tengah.

​Melalui strategi “tancap gas” ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis dapat menjaga kestabilan harga serta memastikan kondisi fisik masyarakat tetap prima menyambut puncak perayaan Idulfitri mendatang.**( Joko Longkeyang).