Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Wujudkan Wisata Berkelanjutan, Karimunjawa Bakal Disokong Energi Surya 5 MW

Joko Longkeyang
25
×

Wujudkan Wisata Berkelanjutan, Karimunjawa Bakal Disokong Energi Surya 5 MW

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Kepulauan Karimunjawa bersiap melakukan transformasi besar menuju destinasi wisata ramah lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mematangkan rencana implementasi teknologi Smart Microgrid berbasis tenaga surya berkapasitas 5 Megawatt (MW).

​Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan energi sekaligus menjamin ketersediaan air bersih di kawasan yang dikenal sebagai “Maldives-nya Indonesia” tersebut. Melalui penggunaan panel surya (photovoltaic) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan baterai (BESS), ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel diharapkan dapat berkurang drastis.

Advertisement

​Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni, menekankan bahwa infrastruktur dasar merupakan kunci utama untuk mengangkat potensi Karimunjawa ke level internasional. Menurutnya, kenyamanan wisatawan mancanegara sangat bergantung pada stabilitas listrik dan kemudahan akses air minum.​”Potensi Karimunjawa luar biasa, namun layanan dasar seperti listrik andal dan air bersih harus diperkuat. Jangan sampai kenyamanan pengunjung terganggu karena kendala teknis seperti mati lampu,” ujar Tri Mumpuni setelah bertemu Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga :  Kendaraan Dinas Prajurit Brebes Kembali Diperiksa Kelengkapannya

​Proyek ini rencananya akan dijalankan melalui skema hibah teknologi dari perusahaan energi asal Nanjing, Tiongkok. Selain untuk kebutuhan perhotelan, energi hijau ini nantinya akan dikonversi untuk mengoperasikan sistem desalinasi (pengolahan air laut menjadi air tawar) serta penyediaan cold storage bagi nelayan lokal.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut positif inovasi ini. Ia mengakui bahwa krisis air bersih dan penurunan muka tanah masih menjadi tantangan serius di wilayah pesisir dan kepulauan.​”Di beberapa titik di Karimunjawa, akses air untuk mandi saja masih sulit. Jika teknologi ini diterapkan, tentu akan menjadi solusi konkret bagi warga dan pelaku industri wisata,” kata Luthfi.

Baca Juga :  Jateng Bidik Investasi Global Lewat Transformasi Perumahan Hijau

​Pihak pemerintah provinsi juga terus melakukan pengetatan regulasi terkait penggunaan air tanah melalui revisi peraturan daerah. Evaluasi pengambilan air yang sebelumnya dilakukan setahun sekali, kini dipercepat menjadi setiap tiga bulan guna menjaga kelestarian lingkungan.

​Dengan hadirnya Smart Microgrid, Karimunjawa diharapkan tidak hanya unggul karena keindahan terumbu karangnya, tetapi juga menjadi pelopor green tourism di Indonesia yang mandiri energi dan air.**( Joko Longkeyang)