Emsatunews.co.id, Pemalang – Lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Menanggapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Pemalang bergerak cepat dengan menggelar “Pasar Murah Pesisir 2026”, Kamis (12/3/2026).
Bertempat di Sekretariat KNTI, Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara KNTI Pemalang dengan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanparik) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Solusi Konkret di Tengah Kenaikan Harga
Ketua DPD Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Pemalang yang juga ketua panitia penyelenggara Auriza Syva Putri, menyatakan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap daya beli masyarakat nelayan yang tertekan kenaikan harga pangan.”Kami melihat langsung bagaimana warga pesisir kesulitan mengatur keuangan dapur karena harga sembako yang kian melambung. Melalui Pasar Murah Pesisir ini, kami ingin memberikan solusi nyata agar beban mereka sedikit berkurang menjelang lebaran,” ujar Auriza saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Dalam pasar murah ini, panitia menyediakan paket sembako khusus yang dibanderol hanya seharga Rp67.000. Paket tersebut berisi komoditas esensial yang sangat dibutuhkan rumah tangga, meliputi: Beras kualitas unggul, Telur ayam segar, Bawang merah, Cabai
Antusiasme Tinggi Masyarakat Pesisir
Pantauan di lapangan menunjukkan ratusan warga dan keluarga nelayan sudah memadati area sekretariat sejak pagi hari. Mereka rela mengantre demi mendapatkan paket sembako yang harganya jauh di bawah harga pasar saat ini.
Ketua KNTI Kabupaten Pemalang, Suritno, yang turut hadir memantau jalannya kegiatan, mengapresiasi sinergitas yang terjalin dengan pemerintah daerah. Menurutnya, distribusi pangan murah yang tepat sasaran seperti ini sangat mendesak dilakukan di titik-titik kantong kemiskinan pesisir.”Antusiasme warga luar biasa. Ini membuktikan bahwa intervensi harga memang sangat diharapkan oleh para nelayan dan masyarakat sekitar Ulujami. Kami berharap kerja sama dengan Distanparik ini bisa berlanjut secara berkala,” ungkap Suritno.
Meringankan Beban Jelang Idulfitri
Salah satu warga setempat mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Baginya, selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan untuk menghemat pengeluaran dapur, terutama saat kebutuhan meningkat menjelang Idulfitri 1447 H.
Pasar Murah Pesisir 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi pemantik bagi pihak lain untuk ikut serta menjaga stabilitas pangan di tingkat akar rumput, khususnya bagi mereka yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan.( Joko Longkeyang).















