Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memulai operasi Posko Terpadu Lebaran 2026 pada Jumat (13/3/2026). Langkah ini diambil untuk mengawal pergerakan jutaan pemudik yang diprediksi akan memadati wilayah Jawa Tengah hingga 30 Maret mendatang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan seluruh personel untuk bersiaga penuh selama 24 jam. Fokus utama tahun ini tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga antisipasi dini terhadap potensi bencana alam di jalur-jalur rawan.
Pusat Komando dan Pelayanan Darurat
Posko yang berpusat di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah ini berfungsi sebagai otak koordinasi seluruh pos pengamanan (Pospam) dan pos pelayanan (Posyan). Fasilitas ini dirancang untuk merespons cepat berbagai situasi darurat, mulai dari kemacetan parah, gangguan kesehatan pemudik, hingga insiden kecelakaan.”Posko ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memberikan rasa aman. Petugas harus sigap memvalidasi data agar setiap keputusan di lapangan diambil dengan cepat dan akurat,” ujar Ahmad Luthfi saat meresmikan posko tersebut.
Waspada Jalur Selatan dan Titik Rawan Bencana
Berdasarkan data teknis, tantangan mudik tahun ini cukup kompleks. Gubernur memberikan catatan khusus untuk jalur selatan Jawa Tengah yang masih minim penerangan jalan umum (PJU). Selain itu, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti tanah longsor dan banjir di titik-titik rawan menjadi prioritas petugas.”Jalur selatan butuh perhatian ekstra karena penerangan yang terbatas. Saya minta rambu portabel ditambah. Selain itu, pantau terus pergerakan tanah di wilayah rawan longsor,” tegasnya.
Lonjakan Pemudik Hingga 30 Persen
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengungkapkan bahwa tahun ini Jateng akan kedatangan sekitar 17,7 juta pemudik. Angka ini melonjak signifikan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat di angka 13 juta orang.
Untuk menghadapi lonjakan tersebut, Pemprov Jateng telah melakukan berbagai pembenahan infrastruktur pendukung, antara lain:
1. Perluasan Kantong Parkir: Menambah kapasitas di rest area jalan tol.
2. Fasilitas Umum: Penambahan jumlah toilet dan area istirahat.
3. Teknologi Pantau: Pengaktifan 10 titik CCTV strategis yang dapat diakses masyarakat secara real-time.
4. Pelibatan Masyarakat: Mengerahkan 350 anggota kelompok masyarakat sadar keselamatan untuk memantau titik-titik terpencil.
Ahmad Luthfi juga mengingatkan agar pengawasan diperketat di lokasi keramaian seperti pusat perbelanjaan dan objek wisata, serta memastikan kelayakan armada bus di terminal melalui ramp check yang ketat demi keselamatan penumpang.**( Joko Longkeyang).















