Emsatunews.co.id, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah dinilai sukses menjadi primadona baru bagi para penanam modal nasional maupun global. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, memuji tangan dingin Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang dianggap berhasil menciptakan ekosistem bisnis yang stabil dan memudahkan para pelaku usaha.
Apresiasi tersebut disampaikan Anindya dalam perhelatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026). Ia menggarisbawahi bahwa kombinasi pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,89 persen serta ketersediaan tenaga kerja produktif menjadi daya tarik utama provinsi ini.”Hubungan Pak Gubernur dengan Kadin sangat harmonis. Komunikasi yang cair ini krusial untuk mengurai hambatan investasi di lapangan,” ujar Anindya.
Ekonomi Hijau dan Hilirisasi Industri
Keyakinan investor kian diperkuat dengan adanya kawasan industri strategis di Batang dan Kendal. Sebagai bukti nyata, Anindya melalui PT VKTR telah mengoperasikan pabrik perakitan bus dan truk listrik di Kabupaten Magelang yang sebelumnya diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendorong ekonomi hijau. Salah satu langkah konkretnya adalah pemberian insentif pajak bagi industri energi baru terbarukan.”Investasi adalah motor penggerak ekonomi. Kami membuka pintu selebar-lebarnya, terutama untuk sektor padat karya dan teknologi ramah lingkungan,” tutur Luthfi. Ia juga memproyeksikan perluasan armada Trans Jateng yang berbasis kendaraan listrik sebagai bagian dari modernisasi transportasi publik.
Peluang Proyek Senilai Rp30 Triliun
Gelaran CJIBF 2026, yang merupakan kolaborasi ke-10 antara Pemprov Jateng dan Bank Indonesia, tahun ini menawarkan sedikitnya 21 proyek investasi strategis dengan nilai total mencapai Rp30 triliun.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Noor Nugroho, menambahkan bahwa sinergi ini akan terus ditingkatkan. Tak hanya di dalam negeri, Bank Indonesia siap mempromosikan proyek investasi siap tawar (Investment Project Ready to Offer/iPro) ke pasar internasional.”Kami mendukung penuh upaya perluasan promosi potensi unggulan Jateng melalui jaringan kantor perwakilan Bank Indonesia di mancanegara,” jelas Noor.
Berdasarkan data historis, sinergi melalui forum ini terbukti efektif. Pada tahun sebelumnya, capaian Letter of Intent investasi tercatat menembus angka Rp75,03 triliun, yang menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. **( Joko Longkeyang).















