Emsatunews.co.id, Pemalang – Stadion Mochtar Pemalang menjadi saksi lahirnya talenta-talenta muda berbakat dalam partai final Turnamen Sepak Bola LIGAKU (Liga Kelas Umur) untuk kategori usia 10 dan 12 tahun. Kompetisi bergengsi tersebut resmi ditutup oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, pada Minggu (10/5/2026).
Dalam agenda penutupan tersebut, Bupati hadir didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie, M.Kes. Kehadiran keduanya memberikan suntikan semangat bagi para pesepak bola cilik yang telah berjuang di lapangan hijau.
Fokus pada Pembibitan Atlet
Dalam orasinya, Anom Widiyantoro memberikan penekanan khusus pada pentingnya pembinaan usia dini. Menurutnya, kesuksesan olahraga di tingkat daerah tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui proses regenerasi yang terstruktur.”Pembibitan atlet muda harus terus kita tingkatkan. Ini bukan sekadar turnamen, melainkan investasi prestasi jangka panjang bagi Kabupaten Pemalang di masa depan,” tegas Anom di hadapan para peserta dan penonton.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung wadah-wadah kompetisi seperti LIGAKU agar bakat-bakat lokal tidak terhenti di tengah jalan. Senada dengan hal itu, dr. Noor Faizah turut mengapresiasi peran orang tua yang mendukung anak-anak mereka dalam menyalurkan hobi positif di bidang olahraga.
Membangun Karakter Melalui Olahraga
Selain aspek teknis, turnamen ini diharapkan mampu membentuk karakter disiplin dan sportivitas sejak dini. LIGAKU tahun ini mencatatkan partisipasi yang cukup tinggi dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) di wilayah Pemalang, menunjukkan gairah sepak bola yang tetap tinggi di Bumi Ikhlas.
Penutupan acara ditandai dengan prosesi penyerahan trofi kepada para pemenang yang tampak bersukacita merayakan hasil kerja keras mereka selama kompetisi berlangsung.**( Joko Longkeyang).















