Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Pionir! Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah Mulai 2026

Joko Longkeyang
9
×

Jateng Pionir! Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah Mulai 2026

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Provinsi Jawa Tengah bersiap mengukir sejarah sebagai pelopor integrasi pendidikan ekonomi kerakyatan di bangku sekolah. Mulai tahun ajaran 2026/2027, kurikulum perkoperasian akan resmi diajarkan bagi siswa mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga menengah (SMA/SMK).
​Langkah progresif ini bertujuan untuk menghidupkan kembali marwah ekonomi berbasis gotong royong di kalangan generasi muda. Selain itu, kebijakan ini diproyeksikan menjadi pilar pendukung bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

​Belajar dari Masa Lalu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya menanamkan filosofi koperasi sejak usia dini. Ia merefleksikan kondisi Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lampau yang banyak mengalami kemunduran akibat kurangnya edukasi dan koordinasi yang matang.”Provinsi sudah menyiapkan kurikulumnya. Saya ingin pendidikan dasar segera menerapkan ini agar anak-anak memahami konsep kebersamaan dan ekonomi kerakyatan secara nyata,” tegas Luthfi saat menerima kunjungan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng di Semarang, Rabu (20/5/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Bupati Pemalang Dampingi Gubernur Jateng Pantau Langsung Pengerukan Muara Pelabuhan Asemdoyong: Harapan Baru Nelayan Pemalang

​Kebijakan ini juga merupakan bentuk sinkronisasi dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih.
​Tahapan Implementasi dan Materi
​Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy Sulistiyo Bramianto, mengungkapkan bahwa draf kurikulum telah diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Rencananya, program ini akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur pada awal Juni mendatang.

​Materi yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa:
​Tingkat SD: Pengenalan nilai dasar gotong royong dan filosofi koperasi.
​Tingkat SMP: Pendalaman struktur organisasi, tugas, serta fungsi koperasi.
​Tingkat SMA/SMK: Fokus pada kewirausahaan (entrepreneurship) berbasis koperasi.

Baca Juga :  Jangkau 891 Desa, Program Speling Luthfi-Yasin Jadi Jawara Nasional

Hasil Kolaborasi Panjang
​Penyusunan kurikulum ini bukan langkah instan. Prosesnya telah dimulai sejak Oktober 2025 dan melibatkan berbagai pihak melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada awal Mei lalu.
​Tim penyusun terdiri dari pakar pendidikan, Kanwil Kemenag Jateng, Dinas Pendidikan, hingga praktisi gerakan koperasi. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan materi yang disampaikan relevan dengan tantangan zaman sekaligus tetap berpijak pada nilai luhur bangsa.”Selama enam bulan kami merumuskan materi ini bersama guru dan praktisi. Kami optimistis, melalui sekolah, koperasi akan kembali menjadi tulang punggung kesejahteraan bersama,” pungkas Bramianto.( Joko Longkeyang).