Berita Utama

Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Prabowo: Bukti Indonesia Mampu Kelola Aglomerasi dengan 42 Juta Penduduk

Fahroji
10
×

Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Prabowo: Bukti Indonesia Mampu Kelola Aglomerasi dengan 42 Juta Penduduk

Sebarkan artikel ini
Prabowo saat meresmikan LRT Jakarta Fase 1B di Jakarta, Rabu (16/9).(Foto: BPMI)

EMSATUNEWS.CO.ID, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menilai pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B rute Kelapa Gading–Manggarai menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia mampu mengelola kawasan aglomerasi Jabodetabek yang dihuni sekitar 42 juta penduduk.

Menurutnya, pembangunan sistem transportasi terintegrasi menjadi bagian penting dari transformasi bangsa dalam mengelola kawasan metropolitan berskala besar.

“Jakarta Raya, Jabodetabek sebetulnya sekarang sudah menjadi mungkin metropolitan terbesar di dunia, 42 juta manusia bahwa kita bisa mengelola suatu aglomerasi, suatu metropolitan sebesar ini. Mungkin lebih besar dari banyak negara di dunia. Kita bisa mengelola dengan aman,” ujar Prabowo saat meresmikan LRT Jakarta Fase 1B di Jakarta, Rabu (16/9).

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan, Indonesia Komitmen Jadi Negara yang Tangguh dan Mandiri

Prabowo menyebut peresmian LRT Jakarta Fase 1B menjadi momentum yang membahagiakan sekaligus membanggakan karena pembangunan transportasi publik di Indonesia terus menunjukkan kemajuan, terutama dengan berkembangnya sistem transportasi publik di kawasan Manggarai yang kini mengintegrasikan sejumlah moda transportasi.

Baca Juga :  Sasar 120 Hektar Sawah, Pemalang Targetkan Jadi Lumbung Benih Padi Nasional

“Tadi dikatakan 5–6 tahun yang lalu atau 10 tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang. Ini di Manggarai ada LRT, ada KRL, ada TransJakarta, ada Trans Jabodetabek, kereta ke bandara. Ini menjadi transport hub, dan ini nanti akan dibangun menara-menara perumahan untuk rakyat yang berpenghasilan rendah,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dan semangat gotong royong antara berbagai pemangku kepentingan. Prabowo meyakini kerja sama antarpemimpin dan antarlembaga akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengelola pembangunan.

Baca Juga :  Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Guru ASN dan Honorer, Disambut Tepuk Tangan Bahagia

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Beijing untuk Kunjungi Xi Jinping, Disambut Jajar Kehormatan di Bandara

Ia mencontohkan dirinya bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang berasal dari partai berbeda dan pernah bersaing secara politik, tetapi tetap dapat bekerja sama untuk kepentingan masyarakat.

“Jadi ini menunjukkan bila pemimpin-pemimpin bisa kerja sama, bisa gotong royong dan mau kerja sama, bangsa ini akan bangkit menjadi bangsa yang luar biasa,” jelas Prabowo.

Ia menegaskan bahwa perbedaan politik tidak boleh menghambat kerja pemerintah dalam menjalankan mandat yang diberikan rakyat. Menurutnya, baik presiden maupun kepala daerah pada akhirnya memiliki tanggung jawab yang sama sebagai pelayan masyarakat.

Baca Juga :  PRM Talok Tunjukkan Spirit Islam Berkemajuan, Dari Sholat Ied Hingga Tebar Daging Kurban

“Karena kita sadar di dalam hati sanubari kita bahwa kita dipilih oleh rakyat. Kita di sini, saya di sini sebagai Presiden. Saudara Pramono Anung sebagai Gubernur. Kita pelayan rakyat. Kita petugasnya rakyat,” pungkas Prabowo.*