Emsatunews.co.id, Pemalang – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bina Insan Mulia di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu, 22 Juni 2025. Sekolah tersebut sukses menggelar Haflah Akhirussanah Gelar Karya dan Pelepasan Siswa Kelas VI Angkatan Ke-4 Tahun Ajaran 2024/2025 sebanyak 59 siswa/ siswi. Mengusung tema “Nguri-Nguri Budaya Kagem Gen Alpha,” acara ini tidak hanya menandai berakhirnya jenjang pendidikan dasar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur budaya lokal kepada generasi muda.

H. W. Isro Abdillah, S.Farm., Wakil Ketua Yayasan Bina Insan Mulia Comal, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas momen istimewa ini. Ia menekankan bahwa hari ini adalah tonggak penting, bukan hanya bagi siswa yang akan melangkah ke jenjang lebih tinggi, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar SDIT Bina Insan Mulia yang telah menapaki perjalanan pendidikan bersama.
Dalam sambuntannya H. W. Isro Abdillah membagikan refleksi pribadinya sebagai seorang ayah, pengusaha, dan pembelajar. “Dulu, saya tidak pernah membayangkan bisa berdiri di sini, menyaksikan anak-anakku meraih prestasi demi prestasi,” ujarnya, mengenang masa kecilnya yang penuh keterbatasan. Ia menegaskan bahwa pendidikan, bagi dirinya, bukan hanya sekadar ilmu di kelas, melainkan “kehidupan itu sendiri—cara kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih tangguh, dan tentu saja lebih dekat dengan Allah.”
Ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki hati penuh kasih dan akhlak mulia, serta mampu memberi manfaat bagi sesama. Tak lupa, Isro Abdillah menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membentuk masa depan anak. “Pola asuh yang baik dari orang tua memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan kognitif anak-anak kita di masa depan,” katanya, menekankan bahwa anak-anak menyerap nilai-nilai dari apa yang mereka lihat dan rasakan di rumah.
Pada kesempatan ini, H. W. Isro Abdillah turut memperkenalkan buku barunya yang berjudul “Isro, Mengukir Mimpi Mewariskan Nilai.” Buku ini mengisahkan perjalanan hidupnya dari seorang anak yang membantu orang tua menjual kayu bakar, tinggal di panti asuhan, hingga mencapai posisinya saat ini. Ia berharap bukunya dapat menjadi inspirasi, terutama bagi orang tua yang ingin memahami pola asuh yang dapat membawa perubahan positif dalam hidup anak-anak mereka. “Pendidikan yang terbaik adalah pendidikan yang dilandasi dengan kasih sayang, keteladanan, dan doa,” pungkasnya.
Acara pelepasan siswa ini diharapkan dapat membekali para alumni dengan ilmu, karakter kuat, dan semangat untuk menghadapi tantangan hidup. H. W. Isro Abdillah menutup sambutannya dengan doa dan ucapan terima kasih kepada seluruh guru, orang tua, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan di SDIT Bina Insan Mulia, berharap agar seluruh pihak dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.( Joko Longkeyang ).















