Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Darurat Hidrometeorologi Belum Usai, Pemkab Pemalang Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Joko Longkeyang
16
×

Darurat Hidrometeorologi Belum Usai, Pemkab Pemalang Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mengambil langkah tegas dengan memperpanjang status masa tanggap darurat bencana. Kebijakan ini diambil lantaran dinamika cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi yang masih membayangi sejumlah titik, mulai dari lereng pegunungan hingga garis pantai utara.

​Keputusan perpanjangan ini diumumkan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, usai memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana di Ruang Peringgitan, Jumat (6/2/2026) malam. Bupati menegaskan bahwa keberadaan dapur umum dan bantuan logistik masih menjadi prioritas utama di beberapa lokasi yang masih terisolasi atau terdampak parah.

Advertisement
Baca Juga :  Kelurahan Mulyoharjo dan Desa Rowosari Diluncurkan Sebagai Kampung Beragama

​”Status kedaruratan tetap kami pertahankan karena di lapangan masih ada kebutuhan mendesak yang tidak bisa menunggu birokrasi biasa, seperti operasional dapur umum dan penanganan darurat lainnya,” tegas Bupati Anom.

​Skema Hunian dan Infrastruktur TNI

​Satu hal yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah nasib warga yang kehilangan tempat tinggal. Pj Sekda Pemalang, Endro Johan Kusuma, menyebutkan pihaknya tengah merancang skema hunian sementara (huntara) sesuai regulasi yang berlaku.

​Selain masalah tempat tinggal, pemulihan 13 jembatan yang putus total menjadi tantangan tersendiri. Beruntung, sinergi dengan Kodam IV/Diponegoro memberikan secercah harapan melalui bantuan pembangunan jembatan Bailey dan Armco.

Baca Juga :  Malam Wungon HUT RI ke 80, Paguyuban Merah Putih dan Erapos Online Salurkan Santunan ke Janda Duda Lansia

​”Kami mencatat tren penurunan jumlah pengungsi sejak puncaknya pada 26 Januari lalu. Per 6 Februari, jumlahnya terus menyusut. Kini fokus kita adalah infrastruktur dan jaminan hunian,” ujar Johan.

Bupati Anom juga menitipkan pesan penting mengenai mitigasi. Ia berharap edukasi mengenai bencana tidak lagi menggunakan istilah teknis yang rumit, melainkan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat pedesaan. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan warga lebih siap menghadapi potensi bencana susulan dan kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.( Joko Longkeyang).