Scroll ke Atas
Ekbis

Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Perekonomian Nasional

Fahroji
17
×

Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Perekonomian Nasional

Sebarkan artikel ini
Sarasehan 99 Ekonom Syariah.

Ia sudah hadir dalam regulasi, tetapi belum sepenuhnya hadir dalam kesadaran. Tanpa kesadaran, kontribusi ekonomi syariah akan tetap terbatas.

“Jangan sampai yang lahir hanya ekonomi yang berseragam syariah. Kalau hanya simbol, tanpa ruh, maka yang terjadi hanyalah formalitas,” tegasnya.

Advertisement

Dalam konteks nasional, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia.

Baca Juga :  Trump Trade War: Menyelamatkan Pasar Modal, Menyehatkan Ekonomi Indonesia

“Indonesia punya populasi Muslim terbesar, kekuatan filantropi Islam melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta sektor industri halal yang terus meningkat. Tinggal bagaimana kita mengonsolidasikan variabel syariah ini menjadi sejarah.”

Ekonomi Syariah & Industri Halal

Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menyoroti pentingnya koperasi dalam memperkuat sektor riil dan ekonomi desa.

Baca Juga :  Presiden Berkampanye? Mari Kita Ikuti Ulasan Berikut!

“Koperasi adalah lembaga yang tumbuh bersama masyarakat. Namun, ekonomi kerakyatan kita pernah bergeser menjadi lebih individualistik. Semangat koperasi harus kita kembalikan,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa koperasi bukan hanya lembaga simpan pinjam, melainkan instrumen produksi dan distribusi.