EMSATUNEWS.CO.ID, KENDAL – Selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi, layanan call center 110 menjadi salah satu sarana utama bagi masyarakat dan pemudik untuk menyampaikan keluhan maupun permintaan bantuan.
Operator call center 110 Polres Kendal juga disiagakan 24 jam nonstop guna memastikan setiap laporan yang diterima dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
Dalam Operasi Ketupat Candi 2026, khususnya dalam momen mudik, layanan call center 110 merupakan bentuk kehadiran dari Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Demikian yang disampaikan oleh Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, Jum’at (20/4/2026).
Lebih lanjut, AKBP Hendry Susanto mengutarakan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 dari tanggal 13 hingga 19 Maret 2026, layanan Call Center 110 Polres Kendal telah menerima laporan dari masyarakat sebanyak 83 laporan dan seluruh laporan tersebut langsung diteruskan kepada petugas yang bertugas di lapangan untuk segera ditangani.
“Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 81 laporan yang berhasil ditangani, sedangkan dua laporan lainnya tercatat sebagai panggilan tidak terjawab. Laporan yang diterima juga bervariasi di antaranya pemudik yang tersesat, kendaraan yang mogok, hingga kecelakaan lalu-lintas yang membutuhkan penanganan cepat”, terang AKBP Hendry Susanto.
Sinergi antara laporan masyarakat dan respons cepat dari petugas, sambung AKBP Hendry Susanto, menjadi kunci keberhasilan pengamanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriyah.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik, guna mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif”, pungkas AKBP Hendry Susanto.
Sementara itu, salah seorang operator Call Center 110 Polres Kendal, Aiptu Sudarto, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan tanpa jeda kepada masyarakat.
“Setiap laporan yang masuk langsung kami tindaklanjuti saat itu juga dengan berkoordinasi bersama petugas yang bertugas di lapangan. Layanan ini sepenuhnya gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Kami di sini siap memberikan pelayanan terbaik dan berempati kepada masyarakat yang sedang kesulitan”, tandas Aiptu Sudarto. (*17).















