Emsatunews.co.id, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya kolaborasi solid antara jajaran eksekutif dan legislatif untuk mempercepat kemajuan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam acara Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Sabtu (18/4/2026).
Kehadiran Luthfi di Lembah Tidar mendampingi Kepala Negara menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengawal visi besar pembangunan nasional. Menurutnya, pertemuan yang melibatkan seluruh Ketua DPRD se-Indonesia ini merupakan momentum krusial untuk menyamakan persepsi.
Sinergi Tanpa Sekat
Ahmad Luthfi menilai, tantangan pembangunan di masa depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah dan dewan perwakilan adalah kunci utama agar program kerja dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.”Sinergi lintas tingkatan pemerintahan adalah kunci untuk menjawab tantangan pembangunan. Kita harus memastikan program pemerintah berjalan efektif hingga ke akar rumput,” ujar Luthfi di sela-sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan legislatif dalam memahami arah kebijakan pusat sangat diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi di daerah.
Dialog Hati ke Hati
Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada 503 pimpinan DPRD yang hadir. Presiden memilih untuk berbicara secara personal dan terbuka, atau dari “hati ke hati”, guna membangkitkan kembali semangat patriotisme para pejabat daerah.
Luthfi mengapresiasi langkah Presiden yang terjun langsung memberikan arahan. Ia sepakat bahwa latar belakang yang beragam, mulai dari suku hingga profesi, bukanlah hambatan melainkan kekuatan untuk membangun bangsa jika disatukan dengan visi yang sama.
Agenda Strategis di Lembah Tidar
Kegiatan KPPD yang berlangsung selama lima hari (15–19 April 2026) ini diinisiasi oleh Lemhannas RI. Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, melaporkan bahwa forum ini memang dirancang untuk memperkuat koordinasi nasional.
Bagi Ahmad Luthfi, kehadiran tokoh-tokoh kunci di Jawa Tengah ini menjadi bukti bahwa provinsi tersebut siap menjadi motor penggerak kolaborasi nasional. Ia berharap, usai kegiatan ini, koordinasi antara pusat dan daerah semakin selaras demi kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan dan merata.**( Joko Longkeyang ).







