Emsatunews.co.id, Semarang – Suasana Idulfitri 1447 H di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (21/3/2026), mendadak penuh haru. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membuka pintu lebar-lebar bagi puluhan anak panti asuhan dan penyandang disabilitas untuk merayakan hari kemenangan bersama.
Bagi mereka, undangan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan pengalaman perdana yang tak terlupakan sepanjang hidup. Salah satunya dirasakan oleh Dahnia Eka Putri, remaja penghuni Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso, Salatiga.“Alhamdulillah, perasaan saya campur aduk bisa ke sini dan bertemu langsung dengan Pak Gubernur. Ini kesempatan langka yang sangat saya syukuri,” ungkap siswi kelas XI SMA Muhammadiyah Salatiga tersebut dengan mata berkaca-kaca.
Titipkan Harapan Beasiswa
Dahnia mengaku telah menantikan momen ini sejak pertengahan Ramadan. Di balik senyumnya, ia membawa harapan besar untuk masa depan. Dahnia berharap janji dukungan pendidikan dari pemerintah provinsi dapat terwujud agar ia bisa menapakkan kaki di bangku perkuliahan.“Saya ingin sekali kuliah, tapi biayanya kan tidak murah. Saya sangat berharap program beasiswa yang disampaikan Pak Gubernur bisa membantu saya meraih cita-cita,” tuturnya penuh harap.
Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso, Heksasari Ratna Dewi, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap anak-anak yang memiliki keterbatasan akses sosial. Sebanyak 30 anak panti diboyong ke Semarang untuk merasakan atmosfer Lebaran yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Jawa Tengah Menuju Inklusi
Kebahagiaan serupa terpancar dari wajah Muhammad Hilal Huda, perwakilan dari Yayasan Rumah Difabel Indonesia. Ia mengapresiasi karakter Ahmad Luthfi yang dinilai tegas namun sangat ramah dan terbuka terhadap dialog dengan kaum minoritas.“Baru tahun ini kami bisa berlebaran bersama orang nomor satu di Jateng. Harapan kami sederhana, semoga Jawa Tengah ke depan semakin inklusif dan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi teman-teman difabel,” kata Huda.
Senada dengan Huda, Hidayah yang juga mewakili komunitas difabel, menyampaikan rasa bangganya atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap dukungan terhadap penyandang disabilitas terus ditingkatkan di masa mendatang.
Momen Lebaran di Wisma Perdamaian kali ini menjadi bukti bahwa sekat antara pemimpin dan rakyat kecil bisa runtuh melalui empati. Pertemuan ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang merajut asa dan menghadirkan senyum bagi mereka yang selama ini jarang tersentuh perhatian publik. **( Joko Longkeyang).















