PEMALANG, Pemalang.co.id — Perundungan bukan hal sepele! Tindakan bullying di lingkungan sekolah masih menjadi isu sosial-psikologis yang krusial dan memerlukan penanganan tepat sejak dini. Merespons fenomena tersebut, Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan kegiatan sosial kemasyarakatan bertajuk “Sosialisasi Anti Bullying Untuk Anak-Anak Sekolah Dasar: Upaya Pencegahan melalui Media Interaktif dan Ruang Aman Bercerita” di SDN 9 Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini digagas oleh kelompok mahasiswa Sosial dan Humaniora (Soshum) KKN Undip sebagai langkah konkret mendukung kesejahteraan psikologis anak, menciptakan iklim belajar yang aman, serta membangun empati di kalangan peserta didik.

Pemaparan materi dirancang khusus dengan pendekatan komunikasi yang interaktif dan ramah anak. Materi mencakup pemahaman dasar mengenai definisi perundungan, berbagai bentuk bullying — baik verbal, fisik, maupun sosial — contoh-contoh kasus yang dekat dengan keseharian anak, hingga dampaknya terhadap kesehatan mental korban. Agar pesan tersampaikan dengan mendalam, mahasiswa menggunakan metode simulasi eksperimen visual menggunakan kertas — sebuah pendekatan sederhana namun bermakna sangat dalam.
Dalam sesi ini, para siswa diajak menulis di selembar kertas sesuai kelompoknya, menggunakan pensil warna, dan menuliskan ejekan atau perlakuan seperti apa yang pernah mereka terima selama di sekolah maupun di luar sekolah. Eksperimen ini bukan sekadar kegiatan menulis — melainkan sebuah ruang khusus yang aman, di mana para siswa diberi kesempatan menyuarakan kecemasan, berbagi pengalaman, dan mengutarakan perasaan mereka tanpa rasa takut atau canggung. Setiap goresan warna dan setiap kata yang tertulis menjadi bukti bahwa setiap perlakuan menyakitkan itu terasa, dan setiap perasaan itu berharga untuk didengar.
Melalui perpaduan sosialisasi interaktif dan ruang komunikasi terbuka ini, diharapkan tumbuh kesadaran mendalam di hati setiap siswa — bahwa kata-kata bisa menyakiti, bahwa setiap orang berhak dihormati, dan bahwa mereka berani bersuara ketika melihat atau mengalami perlakuan yang tidak adil. Program ini bukan hanya tentang mengenali bullying, tetapi juga tentang menumbuhkan empati — kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan memilih untuk menjadi teman yang baik. Dengan demikian, langkah kecil ini diharapkan dapat menekan angka tindakan perundungan di lingkungan sekolah, serta membangun keberanian siswa untuk saling menghargai dan bersama-sama menciptakan ruang yang aman bagi semua.
Penulis: Tim KKN Undip — Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP
Foto: Dokumentasi Sosialisasi Anti Bullying SDN 9 Purwoharjo
Kontak Media: @kkn.undip
Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.














