PEMALANG, Emsatunews.co.id– Sebanyak 368 pesilat dari 14 kecamatan di Kabupaten Pemalang resmi dikukuhkan sebagai Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pemalang Pusat Madiun. Prosesi sakral yang menandai fase baru kedewasaan para pendekar ini berlangsung di Gedung Serbaguna Pemalang, Sabtu (20/6/2026).
Acara pengesahan ini dihadiri langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Kehadiran orang nomor satu di Pemalang tersebut didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam arahannya, Bupati Anom Widiyantoro mengingatkan bahwa predikat sebagai warga PSHT membawa konsekuensi moral yang tidak ringan. Atribut organisasi yang melekat harus termanifestasikan dalam perilaku sehari-hari yang meneduhkan.”Menjadi bagian dari PSHT bukan hanya sekadar pengakuan organisasi, melainkan juga tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Anom.
Anom menekankan pentingnya peran aktif organisasi kemasyarakatan berbasis pencak silat ini dalam menjaga stabilitas keamanan lokal. Ia meminta seluruh pendekar yang baru disahkan untuk tidak mudah terprovokasi dan konsisten merawat iklim kondusif.
Secara tegas, Bupati Pemalang juga meminta komitmen seluruh anggota untuk menjauhi segala bentuk gesekan fisik yang dapat merugikan ketenteraman publik.
”PSHT harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian dengan menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkistis, serta ikut menjaga persatuan dan kekondusifan wilayah,” kata Anom menambahkan.
Pemerintah daerah, lanjut Anom, membuka pintu lebar bagi PSHT untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen, baik sektor publik maupun swasta. Sinergi ini diharapkan menyasar pada program pembinaan generasi muda, pelestarian lingkungan, hingga akselerasi pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Cabang PSHT Kabupaten Pemalang, Slamet Efendi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah. Momentum ini juga menandai awal masa bakti barunya setelah kembali dipercaya memimpin PSHT Pemalang untuk periode 2026–2031.
Slamet memaparkan, dalam beberapa tahun terakhir, PSHT Pemalang terus berupaya mengikis stigma negatif dengan memperbanyak kontribusi sosial nyata. Beberapa program yang telah berjalan di antaranya keaktifan dalam penanggulangan pandemi, pelatihan wawasan kebangsaan bersama TNI, hingga pembentukan tim tanggap bencana.”PSHT siap hadir di tengah masyarakat, membantu dalam kegiatan sosial, penanggulangan bencana, serta menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkas Slamet.*( Joko Longkeyang).















