Berita UtamaDaerahPemalang

Naik Kelas! KKN Undip Sulap UMKM Desa Kebojongan Melek Digital Lewat QRIS dan Google Maps

Joko Longkeyang
11
×

Naik Kelas! KKN Undip Sulap UMKM Desa Kebojongan Melek Digital Lewat QRIS dan Google Maps

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Transformasi digital kini resmi menyapa para pelaku usaha di tingkat perdesaan! Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, sukses menggebrak lewat program kerja multidisiplin: sosialisasi dan pendampingan pembuatan QRIS serta pendaftaran Google Maps secara door-to-door bagi UMKM lokal.

​Program inovatif ini digagas berawal dari hasil observasi dan wawancara bersama Kepala Desa Kebojongan, Bapak Nuridin, beserta j perangkat desa pada awal Juli 2026 lalu. Dari hasil pemetaan, terungkap fakta bahwa sebagian besar pelaku usaha kecil di desa tersebut masih mengandalkan transaksi tunai tradisional dan lokasi usahanya belum terdaftar di peta digital.

Baca Juga :  Gerakan Bersih Desa! KKN Undip Pasang Plang Larangan Buang Sampah Berancam Denda Rp50 Juta di Kebojongan

​Melihat adanya kesenjangan digital tersebut, Koordinator Desa Maulana Ridwan Agung Tri Atmaja bersama sepuluh anggota timnya langsung bergerak cepat. Pada Senin (27/8/2026), tim dibagi menjadi tiga kelompok untuk menyasar pelaku UMKM secara langsung dari pintu ke pintu di tiga dusun berbeda, yakni Dusun Kebojongan, Dusun Sitemu, dan Dusun Kebukuran.

​Dalam pelaksanaannya, para pelaku UMKM dibimbing langsung untuk mengaktifkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alternatif pembayaran nontunai yang lebih praktis, cepat, dan aman. Tak hanya itu, titik lokasi usaha mereka juga didaftarkan ke Google Maps agar jangkauan konsumen semakin luas, tidak hanya dikenal oleh warga lokal tetapi juga masyarakat luar daerah.

Baca Juga :  Polisi Berhasil Bekuk Pelaku Penganiayaan di Jalan Desa Siandong

​Melalui aksi nyata ini, kehadiran mahasiswa KKN Undip tidak sekadar menjalankan tugas akademik, melainkan menjadi jembatan transformasi digital guna membuka peluang baru bagi perkembangan ekonomi kerakyatan di Desa Kebojongan.

Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.