Berita UtamaDaerahPemalang

Sulap Botol Bekas Jadi Media Tanam, Siswa SD Muhammadiyah 03 Comal Belajar Semi Hidroponik

Joko Longkeyang
18
×

Sulap Botol Bekas Jadi Media Tanam, Siswa SD Muhammadiyah 03 Comal Belajar Semi Hidroponik

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Kreativitas demi lingkungan! Suasana belajar di SD Muhammadiyah 03 Comal menjadi lebih hidup, interaktif, dan penuh makna berkat kegiatan edukasi tanaman dan semi hidroponik yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang menyasar siswa kelas 4 dan 5 ini bukan sekadar belajar menanam — melainkan upaya nyata menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pemanfaatan barang bekas.

Kegiatan dirancang penuh interaksi! Diawali dengan sesi kuis metode Benar atau Salah, siswa diajak menguji pemahaman seputar fungsi bagian tanaman serta kebutuhan dasar tanaman untuk tumbuh. Rata-rata jawaban yang diberikan sudah tepat — menunjukkan bahwa antusiasme dan pemahaman siswa sejak awal sangat baik. Setelah materi dipahami, tibalah momen yang paling dinanti: praktik pembuatan media tanam semi hidroponik!

Baca Juga :  Bupati Mansur Hidayat Pimpin Apel Pagi, Semangati ASN Pemalang Awali Pekan Kerja

 

Dengan memanfaatkan botol plastik bekas, siswa diajak menyulap benda yang tak terpakai menjadi wadah tanam yang bermanfaat. Setiap botol dilengkapi kain flanel di bagian tengahnya — berfungsi sebagai sumbu kapilaritas yang menyalurkan air nutrisi dari bagian bawah ke media tanam di atas. Air nutrisi yang digunakan mengandung unsur hara A dan B, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi secara bertahap tanpa perlu disiram setiap hari. Siswa pun belajar menanam dua jenis tanaman sekaligus — pakcoy dan cabai — dengan cara yang sederhana, praktis, dan ramah lingkungan.

 

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 03 Comal, Ibu Risty, menyambut positif inovasi ini. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNDIP. Kegiatan ini mengenalkan konsep melestarikan lingkungan melalui media botol bekas, seraya mengenalkan praktik menanam sayur yang praktis dan menyenangkan, menjadikan anak-anak lebih antusias,” ujarnya. Metode praktik langsung serta kuis interaktif ini dinilai efektif memicu rasa ingin tahu siswa dan memberikan pengalaman belajar yang berkesan di luar modul kelas formal.

Baca Juga :  Nasabah Bank BRI di Pemalang Kecewa! Masa Pinjaman Diperpanjang Sepihak, OJK Diminta Turun Tangan

 

Di akhir kegiatan, kreativitas siswa kembali ditunjukkan — setiap peserta diberi kesempatan menghias botol hidroponik menggunakan stiker sesuai selera masing-masing. Tanaman pakcoy atau cabai hasil karya mereka pun dibawa pulang untuk dirawat di rumah. Melalui kegiatan sederhana ini, diharapkan tidak hanya tanaman yang tumbuh subur, tetapi juga kesadaran bahwa benda bekas masih bermanfaat, dan setiap orang — sekecil apa pun — dapat berkontribusi menjaga bumi.

Penulis: Akhsani Lulu Akmala

Foto: Dokumentasi KKN Tim II Undip — Praktik Semi Hidroponik SD Muhammadiyah 03 Comal

Kontak Media: @kkn.undip

Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.