PEMALANG, Emsatunews.co.id — Wajah baru siap terpancar dari Desa Sikayu, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Melalui kelompok bidang sosial-humaniora (Soshum) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), mahasiswa setempat sukses menggebrak desa lewat ragam Program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) yang kreatif, aplikatif, dan berdampak nyata.
Gerakan progresif ini menyasar langsung denyut nadi perekonomian warga—mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perangkat desa, hingga anak-anak sekolah dasar. Mahasiswa turun tangan langsung mengatasi tantangan klasik di desa seperti minimnya literasi digital, persoalan legalitas, hingga inovasi branding produk lokal.
Jurus Jitu KKN Undip Dongkrak Kelas UMKM dan Desa
Kehadiran mahasiswa Undip di Desa Sikayu tidak sekadar datang dan pergi, melainkan meninggalkan resep sukses bisnis kekinian. Berikut adalah aksi nyata yang berhasil dieksekusi di lapangan:
Etalase Digital & Google Maps: Pelaku UMKM lokal kini lebih mudah ditemukan pelanggan lewat pendaftaran titik usaha di Google Maps, lengkap dengan booklet panduan mandiri.
Rebranding Kemasan & Logo: Sebanyak tiga dari empat UMKM binaan kini tampil lebih profesional dengan desain logo dan label produk baru yang memikat selera pasar.
Transaksi Non-Tunai & Sadar Pajak: Pembayaran digital via QRIS sukses diaktifkan pada tiga UMKM. Tak hanya itu, edukasi perpajakan berbuah manis dengan tuntasnya pembuatan NPWP bagi salah satu pelaku usaha setempat.
Branding Resmi Desa: Perangkat desa kini dibekali buku panduan khusus serta akun Instagram resmi lengkap dengan template feeds estetik untuk mendongkrak potensi wisata dan produk desa.
Edukasi Budaya Jepang Sejak Dini: Generasi muda Desa Sikayu diajak mengenal bahasa dan budaya Jepang secara interaktif menggunakan flashcard dan permainan edukatif.
Kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan dokumen identitas usaha berhasil diatasi berkat koordinasi yang solid antara mahasiswa dan warga. Sebagai langkah jangka panjang, mahasiswa juga berkomitmen melakukan monitoring berkala agar seluruh sistem yang telah dibangun dapat terus berlanjut secara mandiri.
Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.














