EMSATUNEWS.CO.ID, KENDAL – Polres Kendal melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026, Kamis (11/3/2026) pukul 16.00 WIB, di halaman Mapolres Kendal.
Dalam apel tersebut, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, bertindak selaku inspektur upacara.
Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari yakni dari tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026, yang melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya.
Kegiatan apel diikuti oleh personel Polres Kendal, Kodim 0715/Kendal, Satpolkar Kabupaten Kendal, Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, BPBD Kabupaten Kendal, serta organisasi masyarakat seperti Senkom, ORARI, maupun RAPI Kabupaten Kendal.
Selain Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, tampak hadir Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setiawan, dan Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq, serta sejumlah pejabat dari unsur TNI, Kejaksaan Negeri Kendal, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan bahwa kegiatan apel ini dilakukan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana, guna pengamanan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi.
Selain itu, sambung Bupati Kendal, juga sekaligus sebagai wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat Candi 2026.
“Kesiapan seluruh personel dan sinergi lintas sektor adalah hal yang sangat penting dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 ini”, tandas Bupati Kendal.
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar menungkapkan, guna mengantisipasi kepadatan arus lalu-lintas, pihaknya telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di titik-titik yang strategis.
“Pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik”, kata Kapolres Kendal.
Selain pengamanan jalur mudik, perhatian juga difokuskan pada stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok serta Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Pengamanan juga difokuskan pada jalur distribusi dan sejumlah lokasi keramaian seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, serta stasiun kereta api.
“Aparat juga disiapkan untuk mewaspadai potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, balap liar hingga premanisme. Patroli rutin akan ditingkatkan terutama pada titik dan jam rawan,” tandasnya. (*17).















