Berita UtamaDaerahPemalang

Ubah Botol Bekas Jadi Ladang Ilmu, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Semi Hidroponik ke SD Muhammadiyah 03 Comal

Joko Longkeyang
12
×

Ubah Botol Bekas Jadi Ladang Ilmu, Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Semi Hidroponik ke SD Muhammadiyah 03 Comal

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id, — Menjaga lingkungan dimulai dari hal yang paling sederhana! Suasana belajar di SD Muhammadiyah 03 Comal, Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, tampil berbeda dan penuh semangat pada Rabu, 5 Agustus 2026. Siswa kelas 4 dan 5 diajak mengenal dunia bercocok tanam sekaligus peduli lingkungan melalui program edukasi lingkungan dan praktik semi hidroponik yang digagas oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Desa Kauman Universitas Diponegoro (Undip). Program ini bukan sekadar menanam — melainkan menanamkan kesadaran menjaga bumi sejak usia dini.

Kegiatan dibuka dengan pre-test dan ditutup dengan post-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa meningkat. Selisih hasil keduanya menjadi bukti keberhasilan penyampaian materi. Tak hanya itu, sesi kuis interaktif dengan model Benar-Salah juga digelar untuk menguji pemahaman siswa mengenai fungsi bagian tanaman dan kebutuhan dasarnya. Hasilnya membanggakan — mayoritas siswa mampu menjawab dengan tepat, menandakan materi tersampaikan dengan baik dan mudah dicerna.

Baca Juga :  Upacara Perdana di 2024, Kepala Pengamanan Rutan Pemalang Ingatkan WPB Jadi Pribadi yang Lebih Baik

 

Puncak antusiasme terlihat saat sesi praktik langsung! Setiap siswa menerima satu wadah semi hidroponik dari botol plastik bekas yang telah disiapkan — lengkap dengan media tanam dan sistem sumbu dari kain flanel di bagian tengahnya. Kain flanel ini berfungsi sebagai jalur kapilaritas yang mengalirkan larutan nutrisi A dan B dari bagian bawah botol menuju akar tanaman di atas — sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi secara bertahap tanpa perlu disiram setiap hari. Muhammad Hisyam Rizqi, mahasiswa KKN Undip, memandu seluruh proses dengan sabar — mulai dari fungsi sumbu, cara mencampur nutrisi, hingga teknik menanam bibit pakcoy dan cabai agar tumbuh optimal. Pendampingan ini membuat setiap siswa merasa percaya diri dan bangga atas hasil karyanya sendiri.

 

Baca Juga :  Wisudawan ITB Adias Diminta Menjadi Agen Perubahan untuk Masyarakat yang Lebih Baik

Kepala SD Muhammadiyah 03 Comal, Ibu Risty, menyambut baik inovasi pembelajaran ini. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Undip. Program ini mengenalkan konsep peduli lingkungan lewat pemanfaatan botol bekas, sekaligus mengajarkan cara bertanam sayur yang praktis dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

 

Sebagai penutup, setiap siswa diperbolehkan membawa pulang tanaman pakcoy atau cabai hasil karyanya untuk dirawat di rumah. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan — khususnya pendidikan berkualitas dan penanganan perubahan iklim. Melalui tindakan sederhana ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap orang, bahkan anak-anak, dapat berkontribusi menjaga bumi — cukup dengan memanfaatkan kembali apa yang ada, dan menanam harapan untuk masa depan!

Penulis: Tim KKN Reguler Desa Kauman — Universitas Diponegoro

Foto: Dokumentasi KKN Undip — Praktik Semi Hidroponik SD Muhammadiyah 03 Comal

Kontak Media: @kkn.undip

Editor : Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.