Berbagai pengalaman menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya di dunia pendidikan. Setelah lima tahun jadi guru, ia kemudian dipercaya menjadi Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah pada 2010-2022. Pada 2020, pengurus LP Ma’arif Jateng ini dinobatkan sebagai Kepala Madrasah Berprestasi oleh Kementerian Agama Kota Semarang.
Di luar madrasah, sejak 2014 ia juga mengembangkan bisnis Bimbingan Belajar AIO, les privat yang sangat populer bagi masyarakat Kota Semarang. Arief menganggapnya sebagai ruang implementasi skill manajerial pendidikan dan sumber pencaharian.
“Alhamdulillah, saya mendirikan Bimbel AIO atau dikenal orang Aioprivat karena basic saya guru dan memiliki pengalaman manajerial pendidikan, ya itung-itung berbisnis sekaligus penyaluran skil,” bebernya.

Aktivitas jurnalistik berjalan beriringan dengan kiprahnya di dunia pendidikan. Arief saat ini juga menjalani profesi ganda sebagai jurnalis Majalah AULA NU. Selain itu, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah itu saat ini juga mendirikan dan menjadi pemimpin redaksi EDUKASIA.ID dan BeritaHaji.id.
Disertasi Ditulis Sambil Menjaga Ibu
Di tengah proses menyelesaikan penelitian, Arief juga harus membagi waktu dengan keluarga. Sang ibu yang memiliki penyakit komplikasi berulang kali menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang, ia menjadi pihak yang mendampingi langsung proses pengobatan tersebut, karena istri bertanggung jawab merawat anak-anak kecil di rumah.
Waktu menunggu di rumah sakit tidak selalu ia lewatkan tanpa aktivitas. Laptop menjadi teman setianya di ruang perawatan saat harus menyelesaikan berbagai bagian disertasi.
“Sebagian disertasi ini saya kerjakan di kamar geriatri RS Kariadi. Saat ibu dirawat, saya menunggu sendiri, mengantar dan menjemput beliau, sekaligus menyelesaikan berbagai bagian penelitian di samping tempat tidurnya,” ujar pengurus IKA PMII Walisongo itu.
Aktivitas tersebut bahkan menjadi pemandangan yang akrab bagi para perawat di bangsal geriatri, bangsla khusus lansia di rumah sakit tersebut.













