Emsatunews.co.id, Pemalang – Tragedi memilukan kembali mewarnai aspal Jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Seorang pengguna jalan dilaporkan tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi di Desa Ambowetan, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (25/4/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Insiden ini memicu reaksi keras dari anggota DPR RI Fraksi PKS, Rizal Bawazier. Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X tersebut meminta pihak kepolisian segera mengambil tindakan preventif yang nyata demi menghentikan “teror” kecelakaan di jalur tengkorak tersebut.
Desakan Pembatasan Kendaraan Berat
Melalui pesan singkat pada Sabtu (25/4/2026), Rizal menyatakan keprihatinan mendalam atas hilangnya nyawa warga di wilayah konstituennya yang meliputi Pemalang, Pekalongan, dan Batang. Menurutnya, dominasi truk besar berkonfigurasi sumbu tiga menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat umum.”Setiap nyawa yang hilang di jalanan ini adalah duka bagi kita semua. Ini bukan sekadar data statistik, tapi tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan,” tegas Rizal.
Anggota Komisi VI DPR RI ini menyoroti ketidakseimbangan antara volume kendaraan besar dengan daya tampung serta keamanan jalan. Ia menduga keberadaan truk sumbu tiga menjadi faktor utama pemicu tingginya angka fatalitas kecelakaan di ruas tersebut.
Instruksi Tegas kepada Kapolres
Tanpa basa-basi, Rizal mendesak Kapolres Pemalang, Batang, dan Pekalongan, khususnya jajaran Satlantas, untuk memberlakukan regulasi ketat terkait jam operasional atau bahkan pelarangan truk sumbu tiga di titik-titik rawan.”Saya meminta dengan tegas kepada pihak Polres dan Satlantas: segera terapkan pembatasan truk sumbu tiga. Keselamatan warga di Dapil 10 Jawa Tengah tidak bisa ditawar lagi. Jangan sampai menunggu ada keluarga lain yang harus menangis karena kehilangan orang tercinta,” imbuhnya.
Ia berharap langkah diskresi kepolisian ini bisa segera diimplementasikan, terutama di wilayah kritis seperti Ulujami, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur arteri utama tersebut.( Joko Longkeyang ).















