Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Sisyanto Purnawirawan TNI AL Ini Buktikan Masuk Militer Bisa Gratis, Rahasianya Cuma Satu!

Joko Longkeyang
17
×

Sisyanto Purnawirawan TNI AL Ini Buktikan Masuk Militer Bisa Gratis, Rahasianya Cuma Satu!

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Integritas seorang prajurit tidak luntur meski seragam telah dilepaskan. Inilah yang ditunjukkan oleh Pembantu Letnan Satu (Peltu) Purnawirawan TNI Angkatan Laut (AL), Sisyanto. Di rumahnya, ia menjadi oase bagi para pemuda yang bermimpi menjadi penjaga kedaulatan NKRI melalui jalur prestasi dan kejujuran.

Advertisement

​Sisyanto bukan sekadar purnawirawan biasa. Ia adalah ayah dari dua anggota aktif TNI AL, Andi Juniadi dan Bayu Dwi Saputra, serta paman dari Dilan Fadil yang kini menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Udara (AAU). Pengalaman keluarga besarnya di dunia militer ia bagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat luas.

​Edukasi Melawan “Budaya” Suap

​Sisyanto kerap menghadapi realitas pahit di masyarakat: persepsi bahwa masuk TNI butuh biaya besar. Tidak sedikit orang tua yang bertamu ke kediamannya sambil menawarkan uang ratusan juta rupiah agar anak mereka bisa lolos seleksi.”Semua yang datang dengan niat jalur pintas selalu saya luruskan. Saya katakan kepada mereka, percaya dirilah pada kemampuan diri sendiri. Masuk TNI itu gratis dan murni jika kita bersiap dengan benar,” tegas Sisyanto pada Selasa (28/4/2026).

Baca Juga :  Tanamkan Nilai Demokrasi, Siswa SMPN 1 Ulujami Kunjungi DPRD Pemalang

​Rumah Bimbingan Tanpa Tarif

​Alih-alih menjadi “makelar”, Sisyanto memilih menjadi mentor. Setiap kali pembukaan pendaftaran TNI tiba, rumahnya ramai dikunjungi pemuda yang ingin belajar fisik, mental, dan administrasi. Dengan tangan terbuka, ia membimbing setiap anak didik tanpa memungut biaya sepeser pun.

Baca Juga :  Meski Dalam Gejolak Ekonomi, Transportasi dan Logistik Online Terbukti Tangguh

​Keikhlasannya membuahkan hasil nyata. Sudah puluhan pemuda binaannya sukses menembus pendidikan militer di berbagai jenjang, mulai dari Tamtama, Bintara, hingga level Akademi (Perwira). Semuanya dinyatakan lolos secara murni melalui kerja keras.

​Inspirasi dari Pemalang

​Kisah Sisyanto menjadi tamparan bagi praktik curang sekaligus penyemangat bagi keluarga kurang mampu. Ia membuktikan bahwa dengan pembekalan yang tepat dan disiplin tinggi, pintu gerbang barak militer terbuka lebar bagi siapa saja tanpa harus menggadaikan harga diri dengan uang sogokan.

​Melalui bimbingan gratis ini, Sisyanto berharap dapat melahirkan generasi prajurit yang memiliki mental baja dan kejujuran sejak dari masa seleksi. Sebuah pengabdian tanpa batas yang diharapkan menjadi berkah bagi sesama.( Joko Longkeyang).