Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Ringankan Beban Rakyat, Ahmad Luthfi Lepas 21 Ribu Peserta Balik Rantau Gratis

Joko Longkeyang
8
×

Ringankan Beban Rakyat, Ahmad Luthfi Lepas 21 Ribu Peserta Balik Rantau Gratis

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Senyum sumringah terpancar dari wajah ribuan perantau asal Jawa Tengah yang bersiap kembali ke ibu kota. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi melepas keberangkatan peserta program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (28/3/2026).

​Program ini merupakan komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi para pekerja sektor informal. Tercatat, sebanyak 21.975 warga mendapat fasilitas pulang-pergi gratis tahun ini, sebuah langkah nyata dalam menekan pengeluaran rumah tangga pasca-Lebaran.

Advertisement

​Kehadiran Negara untuk Pekerja Informal

​Di titik pemberangkatan terbesar, yakni Asrama Haji Donohudan, sebanyak 41 bus diberangkatkan menuju Jabodetabek dan Bandung. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan para perantau.

​”Negara harus hadir untuk memberikan fasilitas. Tidak hanya saat mudik, saat balik pun kita dampingi melalui program balik rantau gratis ini,” tegas Ahmad Luthfi sebelum mengibarkan bendera start pemberangkatan armada.

Baca Juga :  Delegasi Militer Arab Saudi dan TNI Bertemu Bahas Kerja Sama Pembinaan Mental Prajurit

​Menurut Luthfi, penghematan biaya perjalanan ini sangat krusial bagi buruh dan pekerja informal agar tabungan mereka tetap utuh untuk kebutuhan keluarga di kampung maupun modal kerja di rantau.

​Strategi Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

​Selain aspek ekonomi, Gubernur menjelaskan bahwa program terkoordinasi ini efektif dalam meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya. Dengan pemberangkatan yang terpusat, pengawasan terhadap kelaikan armada (ramp check) dan kesehatan kru bus menjadi lebih optimal.

​”Pergerakan pemudik yang terkonsentrasi seperti ini memudahkan pemantauan lalu lintas. Kita bisa meminimalkan black spot atau titik rawan kecelakaan sehingga warga sampai di tujuan dengan selamat,” tambahnya.

​Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arif Djatmiko, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kuota pendaftaran yang dibuka secara daring langsung ludes hanya dalam waktu 10 menit.

​Kisah Haru dari Peron Pemberangkatan

​Program ini juga dirancang inklusif bagi kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Sudiman, salah satu peserta yang membawa anaknya yang berkebutuhan khusus, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang ramah difabel.

Baca Juga :  Rizal Bawazier Anggota DPR RI Dapil : X, Respon Keluhan Masyarakat Minimnya PJU di Kabupaten Pemalang

​”Sangat bermanfaat bagi keluarga kami. Penanganannya sangat baik dan memudahkan kami yang membawa anak spesial,” ungkap Sudiman penuh syukur.

​Senada dengan itu, Lendra, seorang pengemudi ojek online asal Solo, merasa program ini adalah penyelamat dompet. “Ini tahun kedua saya ikut. Uang yang seharusnya buat beli tiket bisa dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya,” ujarnya.

​Pesan Gubernur: Jaga Nama Baik Jawa Tengah

​Menutup prosesi pelepasan, Ahmad Luthfi menitipkan pesan mendalam bagi para pejuang nafkah. Ia meminta warga Jateng tetap memegang teguh jati diri daerah yang dikenal santun dan berintegritas.

​”Warga Jawa Tengah itu dikenal sebagai pekerja keras, sopan, dan toleran. Bawalah nama baik daerah di tempat rantau dan tetap semangat bekerja demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, seluruh armada bus dari titik Donohudan, Terminal Mangkang Semarang, dan Terminal Bulupitu Banyumas telah bergerak menuju destinasi masing-masing dengan pengawalan ketat demi keamanan penumpang.**( Joko Longkeyang).