Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Pemalang Targetkan Akurasi Data Lewat Program ‘Desa Cantik’ 2026

Joko Longkeyang
4
×

Pemalang Targetkan Akurasi Data Lewat Program ‘Desa Cantik’ 2026

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang secara resmi memulai langkah besar dalam pembenahan tata kelola data melalui peluncuran program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. Agenda ini dilaksanakan di Gedung Sasana Bhakti Praja pada Kamis (30/4/2026).

​Pencanangan program unggulan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama serta penyerahan piagam penghargaan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, kepada tiga wilayah percontohan utama, yakni Desa Banjardawa, Desa Bulakan, dan Kelurahan Bojongbata.

Advertisement

​Data Akurat, Kebijakan Tepat

​Dalam arahannya, Bupati Anom menekankan bahwa ketersediaan data yang valid di tingkat desa adalah kunci utama keberhasilan pembangunan. Beliau menggarisbawahi bahwa selama ini pengambilan keputusan sering kali terkendala oleh belum optimalnya pemanfaatan statistik.​”Data yang tidak akurat berisiko melahirkan kebijakan yang keliru. Biaya untuk memperbaiki kesalahan akibat salah data jauh lebih mahal daripada investasi menyusun data yang benar sejak awal,” tegas Anom di hadapan para undangan.

Baca Juga :  Film “Berandal Ilegal” Sabet Juara I Festival Film Pendek Griffest 2024.

​Lebih lanjut, Bupati berharap pemerintah desa tidak hanya sekadar mengumpulkan angka, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi informasi visual yang komunikatif, seperti tabel dan grafik, agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.

​Kolaborasi Lintas Sektor

​Program Desa Cantik tahun ini mengalami perluasan cakupan. Pihak Badan Pusat Statistik (BPS) kini menjangkau 14 desa yang mewakili setiap kecamatan di seluruh Kabupaten Pemalang. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan digitalisasi data yang terintegrasi di tingkat akar rumput.

​Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia. Fokus utamanya adalah melahirkan “Agen Statistik Desa” yang memiliki literasi tinggi dalam mengelola dan memvalidasi informasi.​”Tujuan kami jelas, yakni standarisasi pengelolaan data statistik di level desa agar pembangunan daerah memiliki fondasi yang kuat dan terukur,” tutur Teguh.

Baca Juga :  Pemkab Pemalang Paparkan Smart Village di Uji Publik Keterbukaan Informasi

​Persiapan Sensus Ekonomi 2026

​Selain membahas Desa Cantik, pertemuan tersebut juga menjadi momentum sosialisasi rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. BPS mengajak seluruh aparatur desa dan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif, termasuk dalam proses rekrutmen petugas lapangan yang akan datang.

​Melalui semangat integritas dan kerja keras, Pemerintah Kabupaten Pemalang optimis bahwa penguatan basis data ini akan membawa daerah menuju kemajuan yang lebih transparan dan akuntabel di tengah dinamika ekonomi global.**( Joko Longkeyang).