Scroll ke Atas
InternasionalPemalang

Mr. Michel Investor Asal Singapura Berminat Tananam Ubi Cilembu Di Kabupaten Pemalang

676
×

Mr. Michel Investor Asal Singapura Berminat Tananam Ubi Cilembu Di Kabupaten Pemalang

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Bupati Pemalang, H. Mansur Hidayat, S.T, menerima kunjungan seorang investor asing asal Singapura, Mr. Michel, yang tertarik untuk berinvestasi di Kabupaten Pemalang. Tujuan investasinya adalah untuk mengembangkan komoditas pertanian ubi madu di wilayah ini. Kunjungan dari Michel ini bertujuan untuk menjajaki peluang pertanian di Kabupaten Pemalang, khususnya ubi madu, yang memiliki potensi besar.

Mansur Hidayat menjelaskan kepada Michel tentang kesamaan kondisi geografis Kabupaten Pemalang dengan wilayah Bandung, terutama di wilayah selatan. Ia menyoroti potensi pertanian ubi madu di Pemalang, yang memiliki kemiripan dengan ubi cilembu di Jawa Barat. Bupati Mansur menyambut kunjungan investor ini dengan sukacita, menyatakan bahwa investasi asing dalam pertanian ubi madu merupakan langkah positif untuk memajukan sektor pertanian di daerah ini.

Selain itu, Mansur Hidayat juga memaparkan potensi melimpah hasil bumi di Pemalang, yang sering mengalami surplus dalam beberapa komoditi pangan. Hal ini membuat Pemalang memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan di daerah lain. Terkait dengan enzim, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan pertanian seluas 100 hektare untuk pengembangan transfer teknologi dari investor asal Singapura, Michel.

Baca Juga :  Rektor ITB ADIAS Kunjungi University Malaya untuk Membahas Kerjasama Pendidikan

Enzim ini memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan tanaman ubi madu. Investor asal Singapura akan memberikan bibit dan pupuk untuk pemeliharaan tanaman serta mendukung masyarakat dalam menanam dan mengelola tanaman ini. Setelah panen, hasil pertanian akan dijual baik untuk ekspor maupun pasar lokal.

Mansur Hidayat menekankan pentingnya keadilan dalam kerjasama ini. Meskipun bibit dan pupuk diberikan oleh investor, hasil panen harus dibeli dengan harga yang kompetitif sesuai dengan pasar. Hal ini bertujuan untuk saling menguntungkan kedua belah pihak dan memastikan berlangsungnya proses transfer teknologi pertanian yang berkelanjutan.

Baca Juga :  PemKab Pemalang Siap Buka Diri untuk Sinergi dengan Ormas Dalam Menangani Berbagai Masalah

Bupati Mansur menganggap investasi ini sebagai bentuk transfer ilmu yang positif bagi masyarakat, terutama bagi petani ubi di Pemalang. Pembelian hasil panen dengan harga yang adil akan mendorong semangat para petani untuk terus menanam dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dalam mendampingi Bupati Pemalang, Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Mu’minun menyatakan bahwa kondisi tanah di wilayah Pemalang selatan sangat sesuai untuk pertanian ubi madu. Sebagai langkah awal, Pemkab telah menyiapkan dua wilayah, yaitu Kecamatan Belik dan Kecamatan Pulosari, sebagai program percontohan untuk pengembangan pertanian ubi madu. Mu’minun berharap bahwa program ini akan mendorong partisipasi masyarakat dalam menanam ubi madu, mengingat potensi pasar yang luas baik di luar negeri maupun lokal.** ( Joko Longkeyang )