Menutup forum, Prof. M. Amin Abdullah, ketua Komisi Kebudayaan AIPI, mengingatkan bahwa perjuangan memperbaiki tata kelola lingkungan membutuhkan optimisme dan ketekunan.
“Forum seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah gagasan. The power of the words—kata-kata yang ditulis dengan sungguh-sungguh tetap memiliki kekuatan untuk membentuk kesadaran dan pada akhirnya mengubah arah kebijakan,” ungkapnya.
Diskusi ini menegaskan bahwa masa depan pembangunan Indonesia tidak dapat lagi hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi semata.
Integrasi antara sains, politik, dan etika menjadi prasyarat agar pembangunan mampu menjaga keseimbangan antara kesejahteraan manusia dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Hanya melalui tata kelola yang berpijak pada bukti ilmiah, keadilan sosial, serta tanggung jawab ekologis, Indonesia dapat menghadapi tantangan krisis iklim dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.*















