EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Perum Bulog Karsidenan Pekalongan yang membawahi wilayah Kabupaten Tegal, Brebes, Pekalongan dan Batang, menggelar acara silaturahmi dengan media setempat. Betempat di Rumah Makan Mbok Berek Selasa, 17 Juni 2025.
Dalam kesempatan ini, Kepala Cabang Bulog Tegal Agung Rohman, memaparkan capaian kinerja dan strategi Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di wilayah tersebut.
Serapan Gabah dan Stok Beras
Agung Rohman mengungkapkan bahwa Bulog memiliki target serapan gabah sebesar 90.000 ton untuk wilayah Karsidenan Pekalongan. Hingga saat ini, realisasi serapan gabah telah mencapai 65.579 ton atau sekitar 71,5% dari target yang ditetapkan.
“Dengan serapan ini, kami yakin stok beras di wilayah Karsidenan Pekalongan akan tetap aman hingga akhir tahun 2025,” ujarnya.
Stok Beras Saat Ini
Saat ini, stok beras di gudang Bulog Karsidenan Pekalongan mencapai 77.000 ton. Stok ini tersebar di 6 komplek pergudangan yang ada di wilayah Kabupaten Tegal, Brebes, dan Batang.
“Kami siap menyalurkan beras ke pasar dan masyarakat sesuai dengan perintah dari pemerintah pusat,” kata Agung.
Sistem Penyaluran
Bulog Karsidenan Pekalongan menunggu perintah dari pemerintah pusat untuk melakukan penyaluran beras ke pasar.
Dengan sistem ini, Bulog dapat memastikan bahwa stok beras di pasar tetap stabil dan harga tetap terkendali.
Langkah Stabilisasi Harga
Agung Rohman menjelaskan bahwa langkah Bulog dalam menyerap gabah dan mengkonversinya menjadi beras adalah untuk menstabilkan harga dan mengendalikan jumlah beras di pasaran.
“Dengan demikian, kami dapat memastikan bahwa masyarakat memiliki akses terhadap beras dengan harga yang stabil dan terjangkau,” jelasnya.
Kerja Sama dengan Media
Dalam acara silaturahmi ini, Bulog Karsidenan Pekalongan juga menjalin kerja sama dengan media setempat untuk meningkatkan transparansi dan komunikasi dengan masyarakat.
“Kami berharap dengan kerja sama ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat tentang stok beras dan kegiatan Bulog di wilayah Karsidenan Pekalongan,” kata Agung.***















